Kamis, 31 Oktober 2013

Laporan Praktikum Kimia



A.   Judul Percobaan

Reaksi Eksoterm dan Endoterm
            
B.  Tujuan percobaan

Tujuan percobaan ini adalah menyelidiki reaksi-reaksi yang bersifat eksoterm dan endoterm.

C.   Dasar Teori

Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi yang melepaskan kalor,sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Contoh reaksi eksoterm adalah gamping atau kapur tohor,CaO(s)Dimasukan ke dalam air.
CaO(s) + H2O(l) => Ca(OH)2(aq)
Reaksi di atas eksoterm, berarti sejumlah kalor yang berasal dari sistem lepas ke lingkungan. Kandungan kalor sistem menjadi berkurang.
Contoh reaksi endoterm adalah pelarutan amonium khlorida, Na4Cl.
NH4Cl(s) + Air => NH4Cl(aq)
Sistem menyerap sejumlah kalor dari lingkungan sekitar, sehingga jika wadah reaksi kita raba, terasa dingin. Hal ini menunjukkan bahwa kalor setelah reaksi lebih besar dibanding sebelum reaksi.

Contoh yang lebih sederhana dari perubahan fisis. Mungkin contoh ini dapat memberikan penjelasan lebih baik tentang terjadinya perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau sebaliknya. Air mendidih mengandung kalor lebih banyak dibandingkan dengan es. Bila jari disentuhkan ke dalam air mendidih, akan terasa panas. Rasa panas itu disebabkan oleh adanya perpindahan kalor dari air mendidih ke jari. Sebaliknya, jika jari menyentuh es, akan terasa dingin. Rasa dingin itu disebabkan oleh perpindahan kalor dari jari ke es.

Apa yang sebenarnya terjadi dapat dinyatakan sebagai berikut: kalor berpindah dari benda yang bersuhu lebih rendah. Perpindahan kalor yang terjadi karena adanya perbedaan suhu. Bila dua benda yang berlainan suhu disentuhkan dan dibiarkan dalam keadaan demikian, lama-kelamaan kedua benda memiliki suhu yang sama. Keadaan itu dinamakan kesetimbangan termal. Jadi pada kesetimbangan termal tidak terjadi lagi perpindahan kalor dari benda satu ke benda lainnya.

Harga ∆H Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Pada suatu reaksi yang tergolong eksoterm, terdapat sejumlah kalor yang berpindah dari sistem ke lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa Hp lebih kecil dari Hr. Oleh karena itu ∆H bertanda negatif (-). Sebaliknya pada reaksi endoterm, Hp lebih besar dari Hr, karena ada sejumlah kalor yang diserap oleh sistem dengan demikian, maka pada reaksi endoterm ∆H bertanda positif (+).

Reaksi eksoterm, Hp < Hr, sehingga ∆H bertanda negatif (-)
Reaksi endoterm Hp>Hr, sehingga ∆H bertanda positif(+)

Persamaan Termokimia

Penulisan suatu persamaan reaksi yang disertai dengan harga perubahan entalpinya dinamakan persamaan termokimia. Berikut diberikan contoh persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm dan endoterm.

Persamaan trermokimia untuk reaksi eksoterm:
CaO(s) + CO2(g) => CaCO3(s) ∆H= -a kJ
Persamaan termokimia untuk reaksi endoterm:
CaCO3(s) => CaO(s) + CO2(g) ∆H= +a kJ
D.    Alat dan Bahan
Alat
Bahan
2 Buah Gelas Kimia
NaOH
2 Buah Kaca Arloji
CO(NH2)2
Termometer
Air
Pengadukan

Spatula



E.   Cara Kerja
1.    Tuangkan air ke 2 buah gelas kimia setengahnya saja.
2.    Sebelum dimasukkan zat, kita ukur terlebih dahulu suhu awal memakai thermometer.
3.    Masukkan NaOH dan CO(NH2)2 secara terpisah  kedalam 2 buah gelas kimia tadi.
4.    Ukur suhu akhir atau suhu reaksi kedua zat yang sudah dilarutkan dengan air didalam gelas kimia tersebut.

F.    Tabel Pengamatan

Percobaan
                                                                  
NaOH dengan Air
CO(NH2)2 dengan Air
Suhu awal (t1) =
Suhu awal (t1) =
Suhu akhir (t2) =
Suhu akhir (t2) =
Perubahan suhu = t2  t1
Perubahan suhu = t2  t1
                               =
                               =
                               =
                               =



G.    Pertanyaan

1.    Dari hasil percobaan gejala apa yang diamati pada eksoterm ?
2.    Dari hasil percobaan gejala apa yang diamati pada endoterm?
3.    Pada percobaan satu dan dua mana yang disebut dengan system dan mana yang disebut dengan lingkungan ?
4.    Dari hasil percobaan reaksi mana yang mengalami reaksi eksoterm dan mana yang mengalami endoderm ? jelaskan !





Jawab

1.    Pada zat tersebut terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan sehingga lingkungan menjadi lebih panas. Tangan kita dapat merasakan panas yang dilepaskan oleh reaksi ini.
2.    Pada zat tersebut terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem sehingga suhu lingkungan turun dan menjadi lebih dingin. Tangan  kita dapat merasakan dinginnya tabung karena system menyerap kalor dari tangan kita (lingkungan).
3.    Sistem :                                          Lingkungan :
·        NaOH                                      -    2 Buah Gelas Kimia      -   Suhu
·        CO(NH2)2                                          -    2 Buah Kaca Arloji        -   Pengadukan
·         Air                                           -    Termometer                  -   Spatula
4.    Hasil percobaan NaOH dengan Air yang mengalami reaksi eksoterm karena terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan sehingga lingkungan menjadi lebih panas. Tangan kita dapat merasakan panas yang dilepaskan oleh reaksi ini.
5.    Hasil percobaan CO(NH2)2 dengan Air yang mengalami reaksi endoterm karena terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem sehingga suhu lingkungan turun dan menjadi lebih dingin. Tangan  kita dapat merasakan dinginnya tabung karena system menyerap kalor dari tangan kita (lingkungan).


H.   Kesimpulan

Dari pengamatan kelompok kami, dapat dilihat bahwa reaksi yang bersifat eksoterm adalah reaksi yang bersuhu tinggi (panas). Sedangkan reaksi yang bersifat endoterm adalah reaksi yang bersuhu rendah (dingin).

0 komentar:

Posting Komentar